Sejarah dan Perkembangan Permainan Judi di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Permainan Judi di Indonesia – Pengertian perjudian ialah permainan dimana bettor bertaruh untuk memilih satu pilihan diantara beberapa pilihan dimana hanya satu pilihan saja yang tepat dan menjadi pemenang. Pemain yang kalah akan memberikan taruhannya kepada sang pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan ditentukan sebelum permainan dimulai.

Perjudian merupakan sesuatu yang sudah melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi sebagian besar orang, judi dijadikan sebagai sarana hiburan atau sekedar untuk mencoba peruntungan. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang menjadikan judi sebagai alat untuk memperkaya diri. Di Indonesia sendiri praktek perjudian bisa kita jumpai dengan mudah di kota-kota besar ataupun di pedesaan.

Sejarah dan Perkembangan Permainan Judi di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Permainan Judi di Indonesia

Tidak ada yang mengetahui kapan pastinya perjudian pertama kali muncul di Indonesia. Namun, berdasarkan cerita nenek moyang digambarkan bahwa pada zaman dahulu para ahli nuzum dan orang-orang pintar sebenarnya sudah mengenal judi. Pada masa itu, mereka akan menggunakan batu ataupun tulang belulang untuk meramal. Ramalan yang dimaksud mencakup berbagai hal di dalam kehidupan, antara lain adalah tentang musim hujan dan kemarau. Caranya ialah dengan melemparkan batu atau tulang ke udara dan membiarkannya jatuh. Yang membuatnya menarik ialah pada masa itu mereka bertaruh menebak kemana arah jatuhnya objek yang dilemparkan.

Salah satu praktek perjudian yang sudah ada sejak zaman dahulu yaitu sabung ayam. Sabung ayam mempunyai peranan besar terhadap perkembangan sejarah perjudian di Indonesia. Kegiatan mengadu ayam ini telah dilakukan sejak zaman kerajaan. Bagi masyarakat Jawa, sabung ayam juga sudah menjadi tradisi turun temurun yang masih dilakukan hingga sekarang ini. Selain di pulau Jawa, sabung ayam juga bisa ditemui hampir di seluruh daerah di Indonesia seperti di Sumatera, Sulawesi, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara.

Kedatangan para pedagang dari China dan penjelajah dari Benua Biru semakin menambah keberagaman permainan judi di Indonesia. Para pendatang ini membawa permainan judi yang selama ini ada di tempat asal mereka. Dari merekalah masyarakat Indonesia mulai mengenal judi kartu, domino, dan juga dadu. Pada zaman kolonial Belanda, rumah-rumah judi mulai didirikan. Tujuannya ialah untuk mendapatkan keuntungan dari para budak dan kuli yang ketagihan pada permainan judi.

Judi sebetulnya pernah dilegalkan di Indonesia oleh Bapak Ali Sadikin yang menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1966-1977. Beliau menyadari potensi keuntungan yang luar biasa dari perjudian. Bapak Ali Sadikin pada masa itu menggandeng beberapa pengusaha keturunan Tionghoa untuk mendirikan kasino di DKI Jakarta.

Sebagian hasil keuntungan dari kasino disetorkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain kasino, Ali Sadikin juga memperkenalkan lotere atau yang lebih dikenal dengan nama Toto ketika itu. Hal ini yang menyebabkan anggaran DKI Jakarta pada waktu itu melonjak dari sekitar 600 jutaan Rupiah menjadi hampir mencapai 900 juta. Dari anggaran inilah Bapak Ali Sadikin kemudian mendirikan pasar, sekolah, serta segala sarana dan prasarana yang diperlukan oleh masyarakat.

Pada tahun 1985, Pemerintah memperkenalkan kupon Porkas yang kemudian berubah menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah atau yang disingkat KSOB. Tujuan dibentuknya KSOB ialah untuk menunjang pembinaan olahraga di Indonesia. Cara bermainnya ialah dengan menebak hasil pertandingan olahraga dan bila tebakan benar serta beruntung terpilih dalam undian, maka pemenang berhak memperoleh hadiah yang luar biasa.

Setelah memperoleh penolakan dari beberapa kalangan, Porkas dan KSOB pun dilarang keberadaannya di Indonesia. Akan tetapi, sebetulnya Pemerintah hanya mengubah nama dengan kembali memperkenalkan Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah ( SDSB ). Mekanisme penentuan pemenang ialah melalui undian, dimana kupon yang terpilih akan memperoleh hadiah dari pemerintah.

Seperti halnya Porkas, keberadaan SDSB juga diprotes dan dikritisi oleh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga melakukan studi terhadap dampak dari keberadaan jenis judi tersebut. Hasilnya dikatakan bahwa perjudian lebih membawa dampak buruk bagi masyarakat. Oleh sebab itu, segala jenis kegiatan perjudian mulai dilarang di Indonesia.

Meskipun perjudian sudah dilarang di Indonesia, namun masih bisa kita temui praktek perjudian di tengah-tengah masyarakat. Judi juga terbantu oleh perkembangan teknologi, dimana sekarang ini sudah memasuki era digital. Begitu banyak situs judi online yang bisa diakses dengan sangat mudah. Hal ini memberikan kemudahan bagi para pemain judi untuk bertaruh dengan leluasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *